tjokrosuharto tjokrosuharto 
  Home » Katalog » Adat Upacara Account Saya  |  Isi Keranjang  |  Checkout   
Informasi
Home
Sejarah
Privacy Notice
Syarat & Kondisi
Peta Lokasi
Hubungi Kami
Deskripsi
Keris
Batik
Wayang
Upacara Adat Jawa
Kategori
Keris-> (515)
Batik-> (1157)
Perak-> (81)
Busana Jawa-> (65)
Pakaian Tari-> (52)
Kuningan-> (68)
Sepuhan-> (9)
Kayu-> (25)
Wayang-> (103)
Tanduk
Gamelan-> (88)
Apa Yang Baru? lagi
BAP 388 Wiyar Yogya Tulis Petilan Bledak Wahyu
BAP 388 Wiyar Yogya Tulis Petilan Bledak Wahyu
Rp205.000,00
Cari Cepat
 
Gunakan kata kunci untuk mencari produk .
Advanced Search
Bestsellers
01.CPD 068 Mendak Sepuh Emas Batu Karet
02.CPD 069 Mendak Sepuh Emas Batu Karet Warna
03.HKR 043 Irah-irahan Kelinci
04.CPD 070 Mendak Sepuh Emas Batu Smili
TATA CARA & PERLENGKAPAN BUSANA ADAT JOGJAKARTA
 
Para leluhur kita pada masa lalu telah melaksanakan berbagai macam upacara adat mulai saat bayi masih dalam kandungan ibu sampai dengan dilahirkan dan setelah dewasa melaksanakan upacara adat perkawinan. Rangkaian beberapa Upacara Adat Jawa ini sebenarnya merupakan warisan para leluhur yang patut kita lestarikan karena merupakan salah satu kebudayaan yang dapat menjadi ciri dan identitas suatu daerah pada khususnya dan bangsa pada umumnya. Sayangnya dengan semakin berkembangnya jaman upacara adat tradisi ini semakin lama semakin ditinggalkan para generasi muda karena generasi sekarang lebih senang dengan cara yang paraktis. Hal ini cukup menyedihkan dan memprihatinkan karena akan mengkawatirkan kelestarian budaya kita..
Tjokrosuharto sebagai salah satu toko yang menyediakan kebutuhan berbagai perlengkapan upacara adat dan berbagai kerajinan khas tradisonal, berusaha untuk ikut peduli mempertahankan kelestarian adat tradisi jawa dengan menyediakan berbagai macam perlengkapan kebutuhan untuk upacara adat tradisi jawa dari sarana upacara adat sampai dengan busana adat jawa. Disamping itu juga banyaknya permintaan dari para pelanggan kami yang membutuhkan informasi mengenai rangkaian Upacara adat jawa seperti upacara Tingkepan (mitoni), upacara Tedak Siten, Upacara Perkawinan dan lain sebagainya.Hal ini yang mendorong penyusun untuk menngumpulkan beberapa sumber dan literature yang berhubungan upacara adat Tata upacara adat tradisional ini merupakan cerminnan tata kehidupan masyarakat jawa yang selalu hati-hati, dengan maksud agar dalam melaksanakan segala sesuatu mendapat keselamatan baik lahir maupun batin. Bila kita lebih menelusuri lagi makna dari berbagai macam upacara adat ini dengan lebih mendalam sebenarnya akan memberi pengertian bahwa semua permohonan untuk mendapatkan keselamatan itu hanya ditujukan kepada Tuhan yang Maha Esa sedangkan manusia senantiasa hanya bisa berusaha dan memohon. Adapun semua ini lepas dari suatu kepercayaan yang bersifat Tahayul.

 
I. RANGKAIAN UPACARA ADAT TRADISI JAWA DARI KELAHIRAN
SAMPAI PERKAWINAN
Upacara Tingkepan/Mitoni
Yaitu upacara adat yang dilakukan saat usia kehamilan tujuh bulan dan pada kehamilan pertama
Brokohan,
yaitu upacara kelahiran bayi. Sesaji yang disediakan yaitu dhawet, gula Jawa (satu tangkep), kelapa, kembang setaman.
Selapanan,
yaitu upacara pemberian nama pada bayi yang baru lahir. Upacara itu diadakan pada hari ke-35 setelah kelahirannya.
Tedhak Siten,
upacara ini diperuntukkan bagi bayi yang berusia antara 5-6 bulan pada saat pertama kali turun ke tanah.
Tetesan,
yaitu upacara khitanan untuk putri raja yang berusia 8 tahun.
Upacara tetesan diadakan di Bangsal Pengapit sebelah selatan Dalem Prabayeksa. Dihadiri oleh garwa dalem, putra dalem, wayah, buyut, serta canggah.
Selain itu juga abdi dalem bedaya, emban, amping, abdi dalem keparak berpangkat tumenggung serta Rio yang duduk di emper bangsal pengapit. Abdi dalem lainnya berada di halaman sekitarnya.
Busana yang dikenakan untuk upacara tetesan terdiri dari nyamping cindhe yang dikenakan dengan model sabukwala, lonthong kamus bludiran, cathok kupu terbuat dari emas, slepe, kalung ular, subang gelang tretes, dan cincin tumenggul. Sanggulnya berbentuk konde dengan pemanis bros di tengahnya dan hiasan bulu burung bangau yang disebut lancur. Di atas sanggul diletakkan pethat berbentuk penganggalan atau bulan sabit.
Supitan,
yaitu upacara khitanan untuk putra bangsawan yang berusia kira-kira 14 tahun.
Setelah menjalani upacara supitan para bangsawan tinggal di Ksatriyan terpisah dari ibunya dan saudara perempuannya.
Tarapan,
yaitu upacara inisiasi haid pertama bagi anak perempuan. Busana yang dikenakan terdiri dari nyamping cindeh, lonthong kamus bludiran, udhet cindhe, slepe, gelang kana, sangsangan sungsun, subang, dan cincin.
Sanggulnya berbentuk tekuk dengan hiasan pethat gunungan. Di bagian tengah sanggul dikenakan bros, lancur, serta peniti renteng sebagai jebehan di keri kanan. Upacara diadakan di Bangsal Sekar Kedaton sebelah selatan Kedaton Kulon.
Upacara ini termasuk upacara intern wanita.
Upacara adat Pernikahan,
Pada upacara pernikahan ini terdiri dari berbagai macam upacara antara lain :
a) Upacara Siraman
b) Upacara Ngerik
c) Upacara Midodareni
d) Upacara Ijab
e) Upacara Panggih

.
Keranjang Belanja lagi
0 items
Bahasa
Indonesia English
Mata Uang
Customer Support
Yahoo! Messenger Yahoo! Messenger
Reviews lagi
BLM 124A Taplak Meja Makan 6 Serbet Oval
Minta 1 yang persegi seperti ini coraknya. Saya harap ada k ..
1 of 5 Stars!
We Accept




Partner




Copyright © 2010 Tjokrosuharto Arts & Crafts

Google
 

Keris Lama Tjokrosuharto